Receh.in - Chairman the Fed Jerome Powell tidak menunjukkan isyarat bank sentral USA akan mengurangi program stimulus besar-besaran.
Efeknya, bursa saham Eropa berakhir lebih tinggi pada
perdagangan akhir pekan ini.
Indeks Pan Eropa, Stoxx 600 berakhir dengan menguat 0,4
persen. Adapun sektor pertambangan menjadi penggerak utama setelah naik 1,9
persen, disusul sektor properti yang menanjak 1,5 persen.
Di Jerman, Indeks DAX melaju 0,37 persen ke level 15.851. Sementara
itu, Indeks FTSE di bursa London Inggris turut naik 0,32 persen ke 7.148 dan
Indeks CAC di Paris mendaki 0,24 persen menjadi 6.681.
Secara mingguan Stoxx 600 Index naik 0,8 persen per akhir
pekan ini setelah melandai selama beberapa hari.
Di sisi lain, saham-saham terkait dengan komoditas mencatatkan
kinerja yang unggul secara mingguan, setelah pekan sebelumnya terpuruk.
Sebelumnya, Jerome Powell meyakinkan investor bahwa program
stimulus yang telah membanjiri pasar dengan likuiditas selama setahun terakhir
akan tetap berlaku untuk saat ini.
“Peringatan Powell tentang risiko dini pengetatan moneter
dan mengulangi pernyataan untuk mencapai target pasar tenaga kerja
mengisyaratkan bahwa the Fed mungkin menahan kebijakan setidaknya hingga
kuartal keempat,” kata Matt Weller, analis pada Forex.com, dikutip dari
Indopremier.com.
Sementara itu, pasar AS juga tampaknya senang dengan sinyal yang diberikan Jerome. Buktinya, Wall Street ditutup ke level rekor, pada perdagangan Jumat (28/8/2021).
Semua indeks utama Wall Street mengalami kenaikan dengan Dow Jones melaju 0,7% ke 25.455,80, S&P naik 0,9% ke 4.509,37 (penutupan pertama di atas 4.500) sementara Nasdaq 1,2% ke 15.129,50.
Powell menyampaikan pidato tahunannya di simposium bank sentral Jackson Hole. Dia memberi sinyal lagi tak akan buru-buru menaikkan suku bunga, dengan alasan tekanan inflasi saat ini akan bersifat sementara.
Dia juga mengatakan soal bagaimana Covid-19 varian Delta tetap menjadi risiko. Namun, ia mengisyaratkan bisa memulai proses pengurangan pembelian obligasi besar-besaran tahun ini.
"Saya melihat pasar merangkul pernyataan The Fed yang dovish," kata Mike Zigmont, kepala penelitian dan perdagangan di Harvest Volatility Management di New York seperti dikutip Reuters.
Mengenai keputusan untuk mulai mengurangi US$ 120 miliar dalam pembelian bulanan obligasi pemerintah atau treasury AS dan sekuritas, Powell mengatakan dia setuju dengan sebagian besar rekannya.
“Jika pertumbuhan (jumlah) pekerjaan berlanjut, itu (tapering off) bisa tepat tahun ini,” kata dia dikutip dari Reuters, dan ditulis Katadata.
0 Komentar